tattoos

Thursday, January 7, 2010

Motor Modifikasi

Two wheels. Dua kata yang sangat identik dengan kendaraan roda dua. Berbicara soal kendaraan roda dua, ada banyak sekali cakupannya, sebutlah sepeda, scooter electric/ listrik, goped, maupun motor. Dari berbagai cakupan itu tadi, masih terbagi lagi dalam berbagai jenis atau tipe yang juga beragam. Misalnya sepeda, ada jenis mountain bike, dari goped, ada tipe off road, dan lain sebagainya. Untuk motor apalagi, mulai jenis bebek (underbone), sport, touring, scooter, trail dan masih banyak lagi. Kesemuanya merupakan sebuah definisi yang cukup luas akan kendaraan beroda dua.

Namun, kali ini kita akan membahas sepeda motor dalam porsi yang lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan roda dua jenis lainnya. Kenapa? Sebab motor saat ini merupakan hot issue yang pantas untuk dibicarakan. Motor kini menjadi sebuah alat transportasi primadona di Jakarta jika tidak ingin dibilang fenomenal. Disebut demikian sebab dengan semakin crowded-nya lalu lintas di Jakarta, banyak kaum urban metropolitan yang mengalihkan alat transportasinya dari mobil ke motor. Alasannya pun cukup masuk akal. Praktis dan efisien dari banyak sisi. Praktis karena tidak perlu mengantri lama di saat macet, mudah mencari tempat parkir, dan lain-lain. Efisien karena biaya transportasi sudah pasti jauh lebih irit dibanding dengan mobil. Di samping itu, hemat waktu juga menjadi alasan utama. Sampai rumah tepat waktu sehingga bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan keluarga (bagi yang telah berkeluarga), atau bisa beristirahat lebih lama di rumah daripada bermacet-macetan di jalan raya menjadi faktor yang cukup membuat motor menjadi pilihan.

Tak ada lagi gengsi maupun rasa segan untuk berpanas-panasan atau bergelut dengan debu jalanan, asalkan tujuan bisa dicapai dengan segala kemudahan. Bahkan tak jarang, para kaum urban yang tadinya menjadikan sepeda motor sebagai alat untuk having fun, pleasures dan alat transportasi kala weekend, kini juga mengalih fungsikan kendaraannya menjadi kendaraan harian. Namun umumnya mereka tidak membiarkan tungganannya tampil seadanya, melainkan didandani sedemikian rupa agar tetap bisa mencerminkan si pemiliknya dan menambah rasa percaya diri kala mengendarainya.

Berikut ini akan kita ulas beberapa contoh jenis kendaraan roda dua (tak hanya motor) yang bisa digunakan baik untuk sekedar fun, pleasures, daily use maupun gabungan dari ketiganya. Ulasan kali ini tak hanya mengenai jenisnya saja, namun juga coba mengulas tentang dandanan apa saja yang sekiranya cocok dan sedang tren diterapkan di kendaraan roda dua.

Sepeda Lowrider
Sepeda yang aslinya dari Amerika Serikat ini memang ditujukan untuk sekedar bersenangsenang, umumnya di kala libur atau saat weekend. Pemakaiannnya pun biasanya tidak terlalu jauh, mungkin jarak dekat seperti seputaran komplek perumahan.
Untuk dandanan banyak mengaplikasikan pernak-pernik dari sepeda tua dan juga didandani mengarah ke vintage, namun dengan tampilan bling-bling. Aksen chrome atau gold plate juga cukup mendominasi.



Sepeda lowrider saat ini telah memiliki beberapa komunitas tersendiri, biasanya tergabung dalam satu area perumahan. Memang cocok jika lowrider ini digunakan untuk kongkow bersama teman di sekitar area perumahan.

Goped
Sebuah kendaraan alternatif beroda dua yang sempat kondang di Jakarta. Disebut alternatif sebab tadinya Goped ini hanya berfungsi untuk sekedar fun dan pleasures, seperti untuk balapan maupun sekedar jalan-jalan. Namun, makin ke sini, ada beberapa orang yang mulai tertarik untuk menggunakan Goped sebagai kendaraan sehari-hari dengan alasan kepraktisannya. Mudah dikendarai, irit, tak perlu surat-surat kendaraan dan bisa ditenteng menjadi beberapa alasan lainnya. ?Enak nyelip-nyelipnya di kemacetan, lebih cepat dan praktis, apalagi kalo buat jarak yang ngga terlalu jauh, seru?, ujar Deddy ?Jawir? Waskito, salah satu pengendara Goped untuk aktifitas harian yang juga doyan main off road dengan Trail-nya.

Freestyle
Freestyle, sebuah ?mainan? baru yang sedang cukup heboh di Jakarta. Dengan menggunakan motor sebagai medianya, inti dari freestyle ini adalah mengontrol motor semaksimal mungkin dengan gaya-gaya yang cukup ekstrem kalo tidak mau dibilang berbahaya. Untuk ?mainan? ini setiap jenis motor bisa digunakan, karena yang memegang peranan paling penting adalah si pengemudi motor itu sendiri. ?Syaratnya ngga aneh-aneh kok, punya nyali, mau belajar, punya keseimbangan dan jangan takut jatuh, itu saja?, ujar Larry, salah satu pelaku freestyle ini. Anggota CAOS yang sudah menekuni freestyle sekitar satu setengah tahun ini menambahkan, ?Pokoknya yang paling penting kita harus relaks dan senyawa dengan motor kita, kalau sudah senyawa, kita mau apain aja motor itu pasti ikut, pas menekan remnya juga jangan terlalu nafsu, biasa saja, cara membuka gas juga pelan-pelan?, ujarnya berbagi tips.



Untuk motornya sendiri, modifikasi yang dilakukan umumnya tidak terlalu ekstrem, dan lebih berkonsentrasi di factor safety, seperti rem dibuat lebih pakem, angin ban diatur supaya ban tidak mengunci kala mengerem, atau penambahan wheelie bar di bagian belakang untuk pemula. Sedangkan untuk mesin, kebanyakan standar, paling gear saja diganti dengan yang lebih besar.

Ada beberapa trik yang cukup sering ditampilkan dalam freestyle ini, diantaranya yaitu: Stoppie (mengangkat ban belakang setinggi-tingginya dengan menggunakan rem depan), Wheelie (mengangkat ban depan sambil motor tetap berjalan), Burn Out (ban belakang berputar tetapi kondisi motor tetap diam, sehingga ban belakang mengeluarkan asap), Sliding (mengerem sambil motor dimiringkan ke kanan atau kekiri), dan masih banyak lagi. Walaupun tergolong cukup baru, ?mainan? yang satu ini ternyata cukup banyak mendapat atensi masyarakat. Namun ingat, freestyle memerlukan keahlian khusus dalam penerapannya, mohon jangan mencobanya di sembarang tempat jika belum professional.

Skuter matik (Skutik)
Salah satu ?spesies? motor yang saat ini sedang booming. Popularitasnya kian hari kian meningkat, akibat berbagai macam kemudahan mengemudi dan perawatan yang ditawarkannya. Apalagi dibarengi dengan turut bermainnya merek-merek besar, seperti Kymco, Yamaha, Suzuki dan juga Honda yang memenuhi pasar dengan dukungan layanan purna jualnya. Di samping itu, bentuk yang manis serta enak dan mudah untuk didandani juga menjadi alasan banyak orang memilih jenis motor yang satu ini. Ditambah lagi dengan banyaknya toko-toko yang menjual aksesorisnya.



?Yang lagi marak sih sekarang orang dandanin skutik arahnya ke fashion, baik itu vintage/klasik maupun ke racing look, tergantung selera si pemilik?, ujar Hendy dari Interieurs, salah satu bengkel modifikasi skutik. ?Umumnya kalo vintage tuh ciri-ciri dandanannya pake windshield, spion chrome tinggi, ban white wall, jari-jari velg dibanyakin, aksen chrome, tas, dan lain-lain. Pokoknya sebisa mungkin dibikin kelihatan klasik, tapi bling-bling deh?, tambah Berry yang juga dari Interieurs. ?Nah kalo racing look, biasanya yang diganti tuh disc brake pakai yang diameternya lebih gede, trus velg diganti yang tapaknya lebih lebar, bannya juga, shock up side down, body nuansa Kevlar, pasang knalpot racing, dan lain-lain?, ulas Dimas dari New Face, sebuah bengkel modifikasi skutik di bilangan Jakarta Selatan.

Bagian mesin umumnya mereka sepakat untuk tidak diutak-atik sebab skutik-skutik ini selain untuk menyalurkan hobi modifikasi dan untuk senang-senang (ikut pameran, show, convoy, dan lain-lain), juga digunakan untuk harian. ?Justru karena dipakai harian makanya kita dandanin tampilannya aja, biar tambah gaya dan tambah PD mengendarainya, hehe?, ujar Berry menutup pembicaraan.

Vintage Vespa
Skuter yang tetap bertahan selama 60 tahun sejak kelahiran pertamanya ini memang merupakan motor yang cukup banyak diminati oleh berbagai kalangan. Baik tua maupun muda, banyak yang memilih skuter klasik ini sebagai kendaraan kebanggaannya. Alasannya beragam, mulai dari melestarikan peninggalan orang tua, ingin tampil klasik atau memang hobi mengoleksi motor antik. ?Vespa gue buatan tahun 1962, tangan pertama dari baru bekas punya bokap gue, dan sampai sekarang masih oke tuh?, ujar DJ Ali dari Sound of Zeus, pemilik Vespa 150 berwarna kuning kombinasi krem ini.



Jenis dari Vespa klasik ini cukup beragam, misalnya Vespa Super, Vespa Sprint, Vespa GS, Vespa Special, Vespa Super Sprint, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk dandanan, biasanya dikembalikan ke orisinil atau lebih ke arah vintage/ klasik. Pemilihan warna solid ataupun kombinasi sesuai dengan tahun pembuatan masing-masing Vespa semakin dapat menguatkan kesan klasik tersebut. Aksesori yang dipasang pun umumnya merupakan barangbarang vintage, new old stock (NOS), second hand maupun remake dari barang aslinya. Seperti windshield buatan Vigano atau rak scooter basket dan karpet buatan Metalplast merupakan

aksesori yang banyak diincar. Pemasangan white wall dan dop roda juga layak dipertimbangkan. Perburuan aksesoris umumnya dilakukan di toko-toko aksesoris Vespa lama yang tersebar di Jakarta, seperti misalnya Aneka Motor di daerah Palmerah. Namun jika ingin lebih puas mendapatkan parts atau aksesoris, bisa juga order via internet di alamat www.scooterworks.com atau www.scooterwest.com .

Untuk mesin, biasanya Vespa klasik ini mengusung mesin orisinil atau paling hanya peningkatan di sektor pengapian dan karburator. Namun untuk beberapa jenis tertentu, mesin standar dirasa masih cukup mumpuni untuk penggunaan sehari-hari. Dan dengan dandanan yang eksentrik, mengendarai Vespa klasik sebagai kendaraan sehari-hari tentu merupakan suatu hal yang cukup unik.

New Vespa
Merupakan the reborn of a legend. Setelah bertahun-tahun bertahan dengan bentuknya yang tidak berubah-ubah, Vespa mengeluarkan line up barunya di era millennium dengan wajah baru yang sarat perubahan untuk beberapa jenis. Tak hanya wajahnya yang diperbaharui, teknologinya pun mengikuti perkembangan zaman, terutama kemudahan dalam mengendarainya. Sebutlah Vespa ET4, Liberty, Gilera atau X9 yang bentuknya sangat fresh dan mengusung teknologi mesin 4 langkah bertransmisi otomatis.



Selain dengan line up model dan wajah barunya, Vespa juga mengeluarkan versi baru dari beberapa tipe lamanya, seperti New PX atau Corsa yang juga cukup laris manis di pasaran. Untuk dandanan, biasanya banyak yang mengaplikasikan gaya retro vintage, namun tak jarang pula yang mendandaninya dengan gaya yang cukup centil, terutama untuk tipe ET4 dan Liberty. Pemasangan windshield, spion tinggi, ban white wall, tas Piaggio, American side lamp dan permainan grafis di body sudah merupakan hal yang umum dilakukan. Idenya pun bermacam-macam, dari dunia fashion, video games, motor polisi di suatu negara dan masih banyak lagi. Aksesorisnya pun sangat banyak jenis, merek dan pilihannya. Pilihan aksesori yang lumayan beragam inilah yang akhirnya juga menimbulkan banyak kreatifitas para pengguna New Vespa untuk mengekplorasi dandanan kendaraannya. Model yang cantik, ditambah dengan kemudahan dalam mengeksplorasi dandanan, lalu diikuti dengan teknologi terkini tentu menjadi senjata ampuh untuk memikat hati customer. Maka tak heran jika beberapa line up Vespa baru yang diedarkan di Indonesia terjual habis laris manis dan menjadi pilihan kendaraan bagi kaum urban masa kini, yang selain untuk fun and pleasures, juga dapat digunakan sebagai kendaraan harian yang tetap tampil gaya.

Trail - Motocross dan Supermoto
Bagi Anda yang sempat menyaksikan film nasional Ali Topan Raja Jalanan versi original yang kondang di kisaran tahun 70an tentu akrab dengan kendaraan yang satu ini. Trail. Yup, kendaraan roda dua berpostur jangkung yang aslinya untuk kegunaan di medan tanah/ off road, oleh si Ali Topan, tokoh utama film tersebut digunakan untuk menyusuri jalanan ibu kota yang akhirnya menjadikan Trail menjadi motor yang cukup kondang di masa itu.



Kini, setelah beberapa tahun berselang, Trail kembali marak menghiasi jalanan ibu kota dengan dandanan yang juga tak kalah menarik, terutama setelah merk Hyosung Bosowa RX125 datang menemani Suzuki TS yang lebih dulu ada di pasaran. Umumnya ada dua dandanan yang bisa diaplikasikan di Trail, yaitu gaya Motocross dan gaya Supermoto. Menurut Mas Oni, salah satu pengguna Trail modifikasi, perbedaan mendasar pada kedua gaya tersebut hanya terletak pada penggunaan ban dan velg. Jika gaya motocross menggunakan ban bermotif kasar, di supermoto justru sebaliknya, menggunakan ban bermotif halus. Untuk velg sendiri jika motocross menggunakan velg 21? di bagian depan dan 18? di bagian belakang, supermoto menggunakan velg 17? di kedua rodanya. Untuk bagian mesin, umumnya yang dimodifikasi tidak terlalu extreme, hanya terkonsentrasi untuk peningkatan performance saja. Misalnya penggantian piston dan knalpot. Untuk handling-nya, penggantian sektor suspensi dan penggunaan velg dan ban yang bertapak lebih lebar juga layak untuk dilakukan. Sebenarnya kedua gaya modifikasi (motocross dan supermoto) ini sah-sah saja untuk dipilih sesuai pribadi yang bersangkutan dan sesuai kebutuhan dari sang pemilik. Kelebihan dari kedua jenis modifikasi ini selain bisa digunakan untuk fun dan pleasure seperti bermain di hutan dan off road untuk motocross dan supermoto, atau juga bermain freestyle untuk supermoto, kedua gaya ini juga tetap layak untuk dipakai harian. Dan karena motornya besar dan kokoh sudah pasti lebih gaya dan keren dilihatnya, dan
berkesan gagah tentunya.

Harley Davidson
Siapa yang tidak kenal Harley Davidson? Simbol kebebasan yang mungkin menjadi impian setiap bikers untuk memilikinya. Motor yang satu ini banyak sekali aliran modifikasinya, ?Gue rasa malah jarang kali yah yang punya HD bener-bener standar? ungkap Vero, salah seorang modifikator HD. Masih menurut Vero, aliran modifikasi dari HD sangatlah banyak, namun beberapa di antaranya yang cukup popular seperti Stock Custom, yaitu memodifikasi tanpa merubah dimensi motor, Bolt On, yaitu pemasangan aksesoris sesuai dengan jenis HD tertentu, atau Pro Street, dimana modifikasi lebih diarahkan kepada performa mesin HD, ada juga yang disebut Chopper, dimana dilakukan perubahan pada dimensi motor, seperti perenggangan rake (sudut kemiringan shock breaker depan), perubahan stang, dan masih banyak lagi.



Chopper ini sendiri masih dibagi lagi dalam beberapa kategori seperti mild chopper, wild chopper, extreme chopper, classic chopper, old school chopper dan juga bobber yang merupakan urat dari traditional chopper yang telah ada sejak tahun 30-40an. ?Gaya dandanannya juga banyak lho, ada Japanese style, European style, Swedish Style, American style dan lain-lain?, ulas pria yang sudah akrab dengan HD sejak masih duduk di bangku SMP ini. ?Dan masing-masing style itu punya ciri khas tersendiri, misalnya Swedish dengan shock panjangnya, European dengan gaya klimis dan rapihnya, dan masih banyak lagi. Kira-kira begitu deh beberapa gambaran modif HD yang sebenarnya masih banyak banget untuk disebutin satu persatu?, terang Vero lagi. ?Kalo di Indonesia sendiri, yang cukup banyak adalah aliran Stock Custom, European style, Pro Street dan Chopper. Tapi sekarang-sekarang ini mulai banyak juga yang memilih Bobber atau Old school chopper sebagai dandanan HD-nya?, ujar Vero menutup pembicaraan.

Dari beberapa contoh di atas, mungkin bisa merubah cara pandang Anda terhadap kendaraan roda dua. Sekaligus diharapkan dapat menambah referensi Anda dalam mendandani kendaraan roda dua (jika Anda telah memilikinya). Paling tidak, kini tampilan roda dua pun bisa dibuat se-catchy mungkin dan bisa menambah rasa percaya diri para penunggangnya. Dan yang pasti, bisa meningkatkan efisiensi dari para pengendaranya, baik itu dalam hal waktu, biaya transportasi maupun biaya maintenance dari kendaraan itu sendiri jika dibandingkan dengan kendaraan roda empat. Dan, selain itu kendaraan roda dua tersebut tetap bisa difungsikan sebagai kendaraan untuk fun, pleasures maupun daily use. Tertarik untuk mencoba?

0 Comments:

Post a Comment



 

blogger templates | Blogger